Bandung Raya, VIVA – Transportasi publik di kawasan Bandung Raya telah memasuki era baru dengan dimulainya pembangunan infrastruktur proyek Indonesia Mass Transit (Mastran) dan Penandatanganan Kerja Sama Penyediaan Public Service Obligation (PSO) Layanan Angkutan Massal di Kawasan Cekungan Bandung.
Sistem Transportasi Massal Baru
Program ini bertujuan untuk mengoperasikan sistem transportasi massal berbasis Bus Rapid Transit (BRT) penuh pada tahun 2027. Sistem ini akan dilengkapi dengan jalur khusus, ratusan halte, depo, dan sistem transportasi pintar (Intelligent Transportation System).
Peresmian Proyek
Peresmian proyek ini berlangsung di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, dengan dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, dan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan, serta para bupati dan wali kota se-Bandung Raya.
Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menyatakan pentingnya layanan transportasi umum yang terintegrasi dan berkeadilan bagi masyarakat. Menurutnya, transportasi publik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga mengenai pelayanan yang prima, terdigitalisasi, dan terkoneksi.
KDM juga menekankan perlunya perubahan perilaku pengguna transportasi publik untuk lebih tertib, termasuk menjaga fasilitas umum, membuang sampah pada tempatnya, serta berinteraksi dengan etika di ruang publik.
Keselamatan dan Kenyamanan
Ia juga menyoroti pentingnya pemerintah dalam memberikan pelayanan yang baik untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan penumpang, mulai dari kebersihan fasilitas, trotoar yang layak, penerangan jalan yang memadai, hingga keamanan ekstra dalam transportasi publik.
KDM menegaskan bahwa peningkatan sistem transportasi harus sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di masyarakat. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dasar yang merata di seluruh daerah.





