Kericuhan pecah dalam laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, mengguncang sportivitas sepak bola kelompok umur di Indonesia. Fadly Alberto Hengga, penyerang Timnas Indonesia U-20, terancam sanksi akibat dugaan aksi kekerasan dalam pertandingan tersebut. Insiden terjadi setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan 1-2 untuk Dewa United. Rekaman video menunjukkan aksi pemukulan dan tendangan di pinggir lapangan, termasuk tendangan yang dilakukan oleh Fadly Alberto ke arah pemain lawan di bangku cadangan. Manajer Bhayangkara FC, Yongky Pandu Pamungkas, menyebutkan bahwa kekerasan tersebut dipicu oleh provokasi dan dugaan rasisme terhadap pemain di lapangan. Pihak PSSI bersikap tegas; proses investigasi akan dilakukan secara menyeluruh tanpa pandang bulu dan sanksi yang diberikan diprediksi akan bersifat jangka panjang. Tujuannya adalah untuk mencegah kekerasan serupa terulang di kompetisi sepak bola Indonesia.
Dugaan Kekerasan di EPA U-20: PSSI Investigasi Fadly Alberto & Ancaman Sanksi





