Sebuah kejadian kurang menyenangkan dialami oleh seorang netizen di media sosial TikTok dengan akun @Ayu Amanda. Dalam unggahannya, ia mengekspresikan kekecewaannya karena menemukan data pribadinya diganti dengan nama orang lain, yaitu Basri, di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Ia merasa kesal karena merasa nama dan identitasnya telah direkayasa tanpa izin, menggantikan prestasi akademisnya sebagai alumni mahasiswa teknik sipil dari Universitas Halu Oleo. Netizen ini merasa bahwa kerja kerasnya selama empat tahun untuk meraih ijazah telah dihancurkan oleh tindakan semena-mena ini. Dia menduga ada praktik jual-beli ijazah palsu yang melibatkan data pribadinya, mengungkapkan keberatan atas hal ini dan menegaskan bahwa ia telah menempuh pendidikan dengan sungguh-sungguh untuk meraih ijazah asli, bukan palsu. Keberatan ini semakin meningkat ketika ia menyadari bahwa sejumlah perusahaan menolaknya karena ijazahnya belum terdaftar di PDDIKTI. Netizen ini mencoba mengklarifikasi situasi ini dan menegaskan bahwa identitas dan prestasi akademisnya tidak boleh diremehkan atau dimanfaatkan tanpa izin.
Dugaan Jual Beli Ijazah: Warganet Kesal Universitas Halu Oleo





