Prabowo Subianto Dinilai Kritis Dalam Kunjungan Luar Negeri
Pada Senin, 1 Juni 2026, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, M Qodari memberikan tanggapannya terkait kritik yang disampaikan oleh eks Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal mengenai frekuensi kunjungan luar negeri Presiden RI Prabowo Subianto.
Kunjungan Luar Negeri Prabowo Subianto
Menurut Qodari, kunjungan kerja yang dilakukan oleh Prabowo sebagai kepala negara memiliki manfaat yang luas bagi Indonesia. Ia menyatakan bahwa azas manfaat menjadi hal yang sangat penting bagi Presiden dalam keputusan-keputusannya, terutama terkait kunjungan ke luar negeri. Manfaat yang dimaksud adalah untuk kepentingan bangsa dan negara.
Contoh konkret kemajuan dari kunjungan Prabowo ke Prancis adalah terjalinnya sejumlah kerja sama bilateral, seperti di sektor pertahanan dan pendidikan. Banyak aspek kerja sama yang dibahas dan dipererat selama kunjungan tersebut.
Kritik Dino Patti Djalal
Dino Patti Djalal menyoroti potensi pemborosan anggaran dalam kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo. Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk kunjungan luar negeri tersebut sangat besar dan mencakup berbagai aspek seperti biaya pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokoler, hingga pengamanan.
Dino menyampaikan lima saran kepada Prabowo untuk tetap menjalin hubungan antar negara tanpa harus melakukan kunjungan luar negeri yang memakan biaya besar. Saran tersebut mencakup penggunaan teknologi komunikasi seperti video call, memanfaatkan forum internasional untuk bertemu dengan kepala negara lain, dan melakukan kunjungan internasional secara profesional dan direncanakan dengan baik.
Secara keseluruhan, kunjungan luar negeri Prabowo Subianto dinilai memiliki manfaat besar namun juga menimbulkan pertanyaan terkait pengeluaran anggaran yang terlibat. Kritik membangun dan saran konstruktif seperti yang disampaikan oleh Dino Patti Djalal diharapkan dapat memperkuat tata kelola kunjungan luar negeri ke depan.





