Pakar Epidemiologi, Pandu Riono memberikan komentar mengenai kasus kematian Bunga Rahmawati, seorang siswa di Bandung Barat yang diduga karena keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun Dinas Kesehatan setempat menyatakan bahwa kematian siswa ini tidak disebabkan oleh program tersebut, Pandu Riono tetap berpandangan bahwa dugaan keracunan makanan dari MBG masih harus dipertimbangkan sebagai penyebab kematian Bunga. Informasi yang ditemukan menunjukkan bahwa Bunga mengonsumsi dua porsi MBG dari SPPG yang kemungkinan menyebabkan keracunan massal. Pandu Riono juga mencatat bahwa gejala keracunan mungkin saja muncul beberapa hari setelah konsumsi, bukan secara langsung, yang membuatnya tetap mempertimbangkan kemungkinan kematian akibat keracunan makanan MBG. Meskipun masih ada perbedaan pendapat, pernyataan dari pakar Epidemiologi ini membuka ruang untuk penelitian lebih lanjut terkait kasus yang menyedot perhatian publik ini.
Dinkes Bandung Barat Bantah Siswi SMK Meninggal Karena MBG: Epidemiolog Menduga Keracunan





