Ben Dorr Raih Kemenangan Pertama di DTM Berkat Kesialan Timo Glock?
Ada kisah menarik di balik kemenangan perdana tim McLaren Dorr Motorsport di ajang DTM. Mantan pembalap F1, Timo Glock, terpaksa harus memarkirkan mobilnya di lintasan selama balapan Sabtu di Lausitzring karena masalah teknis. Insiden ini memicu periode Full-Course-Yellow yang kontroversial dan memberikan keuntungan besar pada rekan setim Glock, Ben Dorr, yang kemudian berhasil meraih kemenangan.
Keputusan Strategis Ben Dorr
Ben Dorr, yang memilih untuk tetap memakai ban slicks meskipun hujan, berhasil merangsek dari posisi kesepuluh ke urutan kesembilan sebelum melakukan pit stop. Saat pimpinan lomba, Nicki Thiim, juga memilih ban slicks, Ben Dorr berada di urutan kesembilan sebelum pit stop.
Strategi tim McLaren kemudian menjadi kunci kesuksesan. Saat Thiim melakukan pit stop setelah melihat Lucas Auer, lawan terdekatnya, melakukan pit stop untuk mengganti ban hujan, Ben Dorr menunggu satu lap lebih lama. Timnya berspekulasi bahwa lomba akan dihentikan sementara karena mobil Glock yang mogok di lintasan.
Pada akhir lap 13, Ben Dorr dipanggil masuk pit, dan periode Full-Course-Yellow memberinya keuntungan sekitar 25 detik dibandingkan dengan para pembalap lainnya. Waktu yang sempat menjadi perdebatan terkait situasinya ketika pit lane ditutup karena FCY.
Keberuntungan di Tengah Kesulitan
Meski sempat tertinggal saat pit stop dibandingkan dengan pembalap lain, Ben Dorr berhasil mengambil alih posisi kedua setelah FCY diangkat. Saat Marco Mapelli dan Ricardo Feller diberi hukuman waktu karena melanggar batas kecepatan selama periode FCY yang dipicu oleh Glock, Ben Dorr diumumkan sebagai pemenang lebih dari empat jam setelah perlombaan berakhir.
Sepanjang balapan, Timo Glock yang bermasalah dengan mobilnya tak menyadari bahwa kegagalannya merupakan keberuntungan bagi rekan setimnya. Ben Dorr pun harus menunggu lebih dari empat jam untuk mengetahui bahwa ia berhasil meraih kemenangan historis McLaren di DTM.
Dorr mengaku bahwa sebelum balapan, ia bahkan tidak menyangka bisa meraih hasil sebaik itu. “Kami sebenarnya tidak terlalu kuat di sini akhir pekan ini. Kami sudah tahu di kualifikasi bahwa akan sulit. Posisi kesepuluh dan kedua puluh satu Timo menunjukkan bahwa sebenarnya kami tidak punya kesempatan untuk podium. Tapi ya, dengan strategi dan cuaca, akhirnya kami berhasil,” jelas Dorr setelah lomba.
Kisah unik di balik kemenangan Ben Dorr membuktikan bahwa dalam balapan, kadang keberuntungan juga memegang peranan penting.





