Dede Budhyarto: Jangan Hanya Salahkan Abu Janda – Analisis Dialog Ricuh

by -81 Views

Kericuhan dalam dialog politik di televisi, seperti yang terjadi dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, kembali menimbulkan perdebatan terkait tanggung jawab dalam diskusi publik. Menurut pengamat Dede Budhyarto, kritik tidak seharusnya hanya ditujukan kepada narasumber seperti Permadi Arya alias Abu Janda, tetapi juga kepada media dan moderator yang memfasilitasi dialog tersebut.

Budhyarto menyoroti bahwa keputusan redaksi televisi untuk terus mengundang narasumber dengan gaya komunikasi provokatif menjadi salah satu faktor utama terjadinya keributan dalam program tersebut. Menurutnya, media paham bahwa debat yang memanas dapat membangkitkan emosi dan menarik perhatian publik terhadap program televisi tersebut.

Fenomena dialog politik yang berubah menjadi ajang adu emosi bukanlah hal baru di Indonesia. Sebagai contoh, perdebatan sengit antara Razman Arif Nasution dan Ahmad Khozinudin dalam program yang sama juga mengalami konflik akibat kalimat-kalimat keras yang terlontar.

Dede juga menegaskan pentingnya peran moderator dalam menjaga kualitas dialog publik. Moderator tidak hanya bertugas membagi waktu berbicara, tetapi juga harus memastikan agar diskusi tetap fokus pada substansi yang dibahas. Itulah sebabnya, dalam dialog publik, moderator memegang kunci untuk menjaga kualitas serta arah dari diskusi tersebut.

Source link