Dea Lipa, seorang MUA asal Lombok, dikenal sebagai “Sister Hong Lombok” karena perilakunya yang feminin. Meskipun mengenakan hijab dan memiliki paras cantik, Dea sebenarnya adalah seorang pria bernama Deni Apriadi Rahman. Dedikasinya sebagai MUA membuatnya menjadi sorotan netizen, namun juga menarik hujatan atas identitasnya yang sebenarnya.
Deni, yang dengan tegas meminta maaf atas kontroversi yang muncul, memutuskan untuk tidak lagi mengenakan hijab dan memilih tampil dengan rambut terurai, topi, dan kacamata. Dia menceritakan bahwa sejak kecil, ia hidup dengan disabilitas pendengaran yang semakin memburuk setelah mengalami kecelakaan pada usia 10 tahun.
Kebenaran tentang kehidupan Deni pun mulai terungkap saat video viralnya menarik perhatian banyak orang. Deni merasa tersakiti oleh narasi yang tidak benar dan merugikan yang tersebar di media sosial. Dia menyesalkan tuduhan-tuduhan tidak berdasar seperti penista agama, pelecehan seksual, Sister Hong dari Lombok, yang mengenai dirinya.
Kisah hidup Deni yang sebenarnya menjadi berita viral yang meresahkan, dengan banyak spekulasi dan tuduhan yang tidak berdasar. Di tengah semuanya, Deni berharap agar kebenaran akhirnya dapat tersampaikan dan ia dapat hidup tanpa diskriminasi atau fitnah yang merugikan.





