China Kutuk Serangan AS ke Venezuela dan Penangkapan Presiden Maduro

by -22 Views

Pada hari Minggu, 4 Januari 2026, Pemerintah China bereaksi terkejut dan mengutuk keras serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro beserta istrinya. Dalam sebuah pernyataan resmi, China mengecam tindakan AS yang menggunakan kekuatan militer secara terang-terangan terhadap negara berdaulat dan menyatakan bahwa hal tersebut melanggar hukum internasional serta kedaulatan Venezuela. China berkomitmen untuk mempertahankan perdamaian dan keamanan di kawasan Amerika Latin dan Karibia serta menyerukan AS untuk mematuhi hukum internasional dan prinsip Piagam PBB.

Pada saat serangan militer tersebut diluncurkan, dilaporkan bahwa tujuh ledakan terjadi di Caracas, ibu kota Venezuela, dengan jet tempur terlihat terbang rendah di langit. Listrik padam di beberapa kawasan Caracas, termasuk daerah yang berdekatan dengan pangkalan militer utama. Sementara itu, Jaksa Agung AS mengumumkan bahwa Maduro dan Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York atas beberapa tuduhan kriminal, seperti narco-terorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata, dan serangkaian konspirasi lainnya yang ditujukan kepada AS.

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, menegaskan bahwa negaranya menolak hadirnya pasukan asing di wilayahnya. Upaya AS untuk menangkap dan mengadili Maduro serta Flores menimbulkan kecaman dari China yang menuntut AS untuk menghentikan tindakan tersebut. Presiden AS, Donald Trump, berencana untuk merilis informasi tambahan terkait penangkapan Maduro dalam konferensi pers yang akan digelar di Mar-a-Lago, Florida.Hal ini menjadi sorotan utama dalam hubungan diplomatik antara China dan AS, serta memunculkan kekhawatiran akan stabilitas politik di Amerika Latin dan Karibia.

Source link