Kemenangan Kyle Larson di World Wide Technology Raceway memangkas jaraknya dari pemimpin klasemen Denny Hamlin menjadi sembilan poin. Namun, balapan yang diwarnai kegagalan rem dan sejumlah kecelakaan itu justru memperlebar ketertinggalan beberapa pesaing dalam Chase for the Championship.
Hamlin tetap berada di puncak meski hanya finis kesembilan dan mengumpulkan lima poin stage. Dengan delapan balapan tersisa, Larson menjadi penantang terdekat, disusul Christopher Bell yang tertinggal 18 poin dan Ryan Blaney dengan selisih 33 poin.
Hasil tersebut terasa melegakan bagi Hamlin karena mobil Joe Gibbs Racing No. 11 kesulitan menemukan kecepatan. Ia juga kehilangan waktu akibat pit stop yang lambat. Sepekan sebelumnya, Hamlin memperoleh 16 poin stage untuk mengimbangi hasil finis ke-13 di Southern 500.
“Saya rasa kami sangat beruntung,” kata Hamlin. “Pekan lalu kami kuat, sedangkan pekan ini tidak, tetapi kami masih mempertahankan posisi teratas. Saya merasa kami diberi kesempatan kedua. Sekarang kami harus tampil lebih baik.”
Kegagalan rem mengubah persaingan
Hamlin terbantu oleh masalah yang menimpa sejumlah rivalnya. Blaney, yang sebelumnya menjadi pengejar terdekat, mengalami kegagalan rem dan mengakhiri balapan di posisi ke-36. Sebelum tersingkir, ia sempat mengantongi 12 poin stage.
“Kami hanya harus terus melaju,” ujar Blaney. “Berangkat ke pekan berikutnya dan mencoba menjalani hari yang baik. Sangat disayangkan karena mobil kami bagus, mendapatkan poin stage yang baik, dan saya menantikan bagian akhir balapan.”
Masalah rem juga menghantam Chase Elliott. Saat balapan menyisakan 71 lap, Elliott kehilangan kendali dan berputar hingga menghantam Chase Briscoe. Keduanya saat itu berada di urutan ketujuh dan keenam.
Sebelum balapan, Briscoe dan Elliott menempati posisi kelima dan kedelapan klasemen. Hasil di World Wide Technology Raceway membuat Briscoe turun ke peringkat kedelapan, sementara defisitnya terhadap Hamlin melebar dari 37 menjadi 59 poin. Elliott kini tertinggal 93 poin.
“Kami seperti menghabiskan sembilan nyawa hari ini dan terus berusaha kembali ke depan. Pada akhirnya, kami tidak berada di posisi yang dibutuhkan,” kata Briscoe. “Besok saya akan pergi ke tempat berburu rusa dan menenangkan diri.”
Bell dan Logano gagal memaksimalkan peluang
Christopher Bell sempat memiliki mobil yang dinilai mampu memenangi balapan. Peluang itu hilang setelah ia terlibat insiden ketika bertarung dengan Bubba Wallace dan Josh Berry di sekitar batas lima besar. Bell akhirnya finis ke-19.
Bell mengaku belum melihat rekaman insiden tersebut. Menurutnya, ia terjebak dalam pertarungan tiga mobil saat Berry berada di sampingnya sebelum gagal melewati tikungan. Meski masih berada dalam persaingan gelar, Bell menyebut hasil itu sebagai peluang yang terbuang karena sebelumnya ia membidik kemenangan atau setidaknya posisi lima besar.
Joey Logano juga belum memperoleh hasil maksimal. Setelah berada di posisi ke-20 klasemen sekitar dua bulan lalu, ia bangkit hingga menjadi unggulan kedelapan. Di World Wide Technology Raceway, Logano finis ketiga, memimpin lap terbanyak, dan mengumpulkan total poin stage tertinggi kedua, yakni 54 poin. Ia tetap tertinggal 51 poin dari Hamlin.
“Kami semakin dekat ke posisi yang diperlukan,” ujar Logano. “Namun, ketika memiliki kesempatan dan mobil seperti itu, Anda harus menang. Kami tidak berhasil mewujudkannya.”
Klasemen menuju Bristol
Di belakang Hamlin, Larson, Bell, dan Blaney, Tyler Reddick tertinggal 42 poin. Ty Gibbs dan Logano sama-sama berjarak 51 poin, diikuti Briscoe 59 poin, Carson Hocevar 88 poin, Bubba Wallace 90 poin, Elliott 93 poin, Chris Buescher 111 poin, Ryan Preece 113 poin, William Byron 114 poin, serta Daniel Suarez 119 poin.
Hamlin kini membawa keunggulan tipis itu menuju Bristol Motor Speedway. “Ini sebuah berkah,” katanya. “Kami menjalani pit stop yang buruk, tetapi masih keluar sebagai pemimpin klasemen karena para pesaing turut membantu.”





