McLaren gagal mempertahankan dominasinya di sesi kualifikasi Formula 1 Grand Prix Azerbaijan. Setelah merebut tiga pole position dalam empat seri terakhir, tim tersebut harus puas menempatkan Oscar Piastri di posisi ketiga dan Lando Norris di urutan kelima di Baku.
Hasil itu mencerminkan kesulitan McLaren sepanjang akhir pekan. Pada latihan Kamis, Norris bahkan menyebut MCL40 “berjarak bermil-mil” dari para pesaingnya. Ia menutup sesi dengan selisih 1,5 detik dari waktu tercepat. Angka tersebut cukup menggambarkan performa mobil meski Norris sempat membatalkan putaran yang berpotensi lebih cepat.
McLaren kehilangan waktu di lintasan lurus
McLaren kemudian memperkecil jarak pada latihan bebas ketiga. Piastri masih tertinggal sekitar delapan persepuluh detik dari posisi teratas, tetapi mampu menjaga ritme itu hingga kualifikasi dan mengamankan posisi ketiga. Norris terpaut tiga persepuluh detik dari rekan setimnya.
Posisi Norris seharusnya bisa lebih baik, tetapi ia mengalami penguncian roda saat Q3. Selain itu, masalah teknis membuat mobilnya kehilangan kecepatan puncak. Norris mengatakan sebagian besar waktu yang hilang terjadi di lintasan lurus.
“Kalau melihat kualifikasi, para teknisi mengatakan semuanya bekerja sesuai harapan. Namun, ketika melihat jarak delapan persepuluh detik dari posisi teratas, itu terasa menyakitkan,” ujar Norris setelah sesi tersebut. Ia kemudian menambahkan, “Pada saat yang sama, waktu kami hilang di lintasan lurus.”
McLaren membawa paket pembaruan besar ke Baku, mencakup sidepod, penutup mesin, lantai mobil, diffuser, suspensi belakang, dan sayap belakang. Menurut kepala tim Andrea Stella, seluruh komponen tersebut berfungsi sesuai sasaran, meski dampaknya terhadap performa tidak sebesar pembaruan yang dibawa ke Hungaroring.
Karakter Sirkuit Baku tidak menguntungkan McLaren
“Pembaruan itu bekerja dengan baik,” kata Stella. “Perubahannya cukup terlihat karena mencakup bentuk sidepod dan juga lantai mobil. Meskipun secara tampilan mungkin lebih mencolok dibandingkan yang kami bawa ke Hungaria, dampaknya terhadap performa sedikit lebih kecil.”
Stella mengatakan McLaren puas dengan data yang diperoleh serta peningkatan performa dari paket tersebut. Namun, ia menilai karakter Sirkuit Baku memang menyulitkan mobil McLaren.
“Di sirkuit seperti Azerbaijan, kami sudah tahu bahwa ini akan menjadi tantangan bagi McLaren,” ujar Stella. Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah kecepatan di lintasan lurus yang bukan merupakan kekuatan utama tim. Faktor lainnya, Baku tidak memiliki tikungan kecepatan menengah atau tinggi.
“Kami terus bertarung dalam rentang kondisi ketika mobil tidak bisa menunjukkan kualitas terbaiknya. Hal itu pada dasarnya tidak berubah karena pembaruan tersebut hanya menambah sedikit beban aerodinamika dalam semua kondisi,” katanya.
Untuk memastikan pembaruan bekerja sesuai perhitungan, McLaren masih menggunakan cat flow-vis pada bagian belakang kiri mobil Norris hingga akhir latihan bebas ketiga. Cat tersebut membantu teknisi melihat aliran udara aktual di mobil, bukan hanya mengandalkan model berskala kecil di terowongan angin.
Stella menjelaskan, penggunaan flow-vis hingga FP3 dilakukan karena tim masih menguji sejumlah solusi pada FP1 dan FP2. Setelah memilih satu konfigurasi untuk kedua mobil pada latihan terakhir, McLaren melakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan hasilnya sesuai harapan. “Saya senang bisa mengatakan bahwa hasilnya memang demikian,” ujar Stella.





