Edgar Canet terus menorehkan prestasinya dalam Dakar 2026. Pembalap muda asal Spanyol ini baru berusia 20 tahun dan berhasil meraih kemenangan pada etape 1 setelah Ross Branch, yang sebenarnya finis di posisi pertama, dikenai penalti enam menit setelah dilakukan investigasi oleh panitia. Dengan demikian, Canet telah memenangkan dua etape berturut-turut dalam reli ini, setelah sebelumnya juga unggul dalam prolog, dan ia berhasil memperpanjang keunggulan yang spektakuler di Daker.
Pada etape 1 Dakar 2026, sebanyak 115 peserta menghadapi lintasan sepanjang 305 kilometer di sekitar Yanbu. Lintasan tersebut tidaklah beraspal, melainkan berupa pasir, bukit pasir, dan beberapa bagian berbatu. Canet berhasil mencatatkan waktu terbaik setelah 28 kilometer, namun keunggulannya mulai luntur setelah melewati checkpoint 70 kilometer. Pembalap juara bertahan, Daniel Sanders, kemudian menjadi yang tercepat, sementara Branch mulai melakukan comeback.
Dalam 90 kilometer terakhir, Branch berhasil mempertahankan kecepatannya dan meraih kemenangan dalam etape pertama. Namun, setelah penalti enam menit yang dikenakan kepada Branch, kemenangan jatuh ke tangan Canet. Sanders berhasil finis di posisi kedua, diikuti oleh Ricky Brabec dari tim Honda. Posisi keempat ditempati oleh Tosha Schareina, dan Luciano Benavides berada di posisi kelima.
Dengan keputusan penalti tersebut, Edgar Canet mampu memperkuat posisinya di puncak klasemen umum, sementara Ross Branch mengalami penurunan peringkat setelah kehilangan waktu enam menit. Dakar akan dilanjutkan dengan etape kedua antara Yanbu dan Al-‘Ula. Melalui pencapaian ini, Canet membuktikan dirinya sebagai pembalap muda yang luar biasa dalam sejarah Dakar.





