Bukan Cuma Makanan, Ini yang Dibutuhkan Anak Nagekeo NTT

by -46 Views

Warga di Desa Nangadhero dan Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), menerima bantuan pangan, pendampingan psikososial, serta layanan kesehatan dalam rangkaian kegiatan pada 22–24 September 2026. Kegiatan tersebut menyasar warga di pengungsian, masyarakat sekitar, anak-anak, hingga kelompok lanjut usia.

Bantuan pangan dan ruang bermain untuk anak

Di Desa Nangadhero, sekitar 35 kepala keluarga (KK) yang tinggal di pengungsian tenda bersama masyarakat sekitar mendapatkan 250 porsi makanan siap santap. Bantuan itu terdiri atas nasi, ayam tumis, sayur kacang panjang dan jagung manis, semangka, serta air minum.

Chairman PT Etos Kreatif Indonesia, Mukit Hendrayatno, mengatakan kehadiran tim di lokasi tidak semata-mata untuk membagikan makanan. Mereka juga ingin melihat kondisi warga secara langsung dan memastikan masyarakat mengetahui bahwa masih ada pihak yang memberi perhatian.

“Kami datang bukan hanya membawa makanan, tetapi ingin memastikan masyarakat tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami ingin hadir, melihat langsung, menyapa, dan berbagi apa yang kami bisa. Semoga apa yang kami bawa hari ini bisa sedikit meringankan kebutuhan warga,” ujar Mukit dalam keterangannya, dikutip Rabu, 30 September 2026.

Perhatian dalam kegiatan tersebut juga diarahkan kepada anak-anak. Sebanyak 125 anak usia taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD), termasuk anak-anak TPQ serta masyarakat sekitar, mengikuti kegiatan psikososial.

Program itu diisi dengan permainan, ice breaking, sosialisasi, makan bubur bersama, serta pembagian makanan tambahan berupa roti, susu, dan buah-buahan. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberi anak-anak ruang berinteraksi dan berekspresi di tengah situasi yang mereka hadapi.

Ketua Yayasan Rintisan Amal Bunda, Anita Ratna Faoziyah, mengatakan pendampingan dibutuhkan agar anak-anak tetap memperoleh perhatian dan kesempatan untuk menjalani aktivitas yang menyenangkan.

“Anak-anak juga perlu merasa diperhatikan dan didengar. Karena itu, kami ingin mereka punya ruang untuk bermain, tertawa, dan merasakan bahwa di tengah situasi yang mereka hadapi, masih ada orang-orang yang peduli dan ingin menemani mereka,” kata Anita.

Layanan kesehatan bagi warga Marapokot

Sementara itu, kegiatan di Desa Marapokot berfokus pada pemenuhan kebutuhan kesehatan warga. Layanan kesehatan gratis diberikan kepada anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dengan target sekitar 80–100 penerima manfaat.

Bekerja sama dengan Puskesmas Nagekeo, warga dapat menjalani pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Pemeriksaan tersebut juga dilengkapi layanan pengobatan serta pemberian obat sesuai kebutuhan masing-masing penerima manfaat.

Rangkaian kegiatan di dua desa itu memperluas bentuk bantuan kepada masyarakat, dari pemenuhan kebutuhan pangan hingga dukungan bagi kesehatan dan kondisi psikososial anak-anak.

Source link