Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta terus melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi potensi cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Jakarta dan sekitarnya. Pada hari kedua kegiatan ini, operasi difokuskan pada wilayah perairan utara Pulau Jawa dengan tujuan meluruhkan awan hujan agar presipitasi terkonsentrasi di perairan. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa kegiatan OMC didasarkan pada analisis meteorologi dan pemantauan atmosfer oleh BMKG. Selain itu, BPBD Jakarta, BMKG, dan TNI AU akan terus mengevaluasi dan berkoordinasi harian untuk menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang efektif. Masyarakat diimbau untuk waspada terhadap hujan lebat, petir, dan angin kencang. Informasi terkini mengenai kondisi cuaca dan kebencanaan dapat diakses melalui layanan Jakarta Siaga 112, aplikasi JAKI, situs bpbd.jakarta.go.id, dan media sosial resmi @bpbddkijakarta. Jumlah bahan semai yang digunakan selama kegiatan modifikasi cuaca mencapai 2.400 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dengan pesawat terbang pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki. Pemprov DKI Jakarta juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp31 miliar untuk modifikasi cuaca guna mengantisipasi hujan intensitas tinggi sepanjang tahun 2026.
BPBD Jakarta Modifikasi Cuaca: Sebar 2,4 Ton Garam





