Pertandingan Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, berakhir dengan kericuhan yang mencuat ke publik. Insiden ini terjadi ketika pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto, tertangkap kamera melakukan tendangan kungfu ke salah satu pemain Dewa United, yang mengakibatkan luka di wajah korban. Manajer tim Bhayangkara FC U-20, Yongky Pandu, menjelaskan bahwa pemain tersebut merasa diprovokasi secara fisik dan emosional sebelum kehilangan kendali dan melakukan tendangan kontroversial tersebut.
Yongky juga menegaskan bahwa pemain Dewa United juga terlibat dalam insiden tersebut dan membantah kabar keterlibatan staf pelatih tim dalam kericuhan. Meskipun tindakan Fadly Alberto tidak dibenarkan oleh manajemen, mereka berkomitmen untuk mengevaluasi perilakunya dengan menyeluruh dan memberikan pendampingan serta pembinaan. Klub ini juga menyatakan bahwa akan mengambil langkah-langkah persuasif terhadap pemain tersebut, meskipun dia dihadapi dengan sanksi dari Komite Disiplin PSSI.Ini menekankan bahwa klub ini tidak menghargai tindakan kekerasan dan akan berupaya untuk mentransformasikan perilaku pemain demi pengembangan yang lebih baik.





