Bencana Banjir Bandang di Kalsel: Siaga Dini Kurangi Dampaknya

by -49 Views

Banjir bandang terjadi akibat curah hujan ekstrem melanda enam kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) pada bulan Desember 2025, memaksa ribuan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah Provinsi Kalsel segera mengaktifkan status siaga bencana yang telah ditetapkan sebelumnya sebagai respons terhadap bencana ini. Langkah ini dianggap efektif dalam mengurangi korban jiwa dan dampak sosial yang lebih luas akibat bencana tersebut. Debit air yang meluap drastis akibat curah hujan ekstrem menyebabkan genangan air setinggi atap rumah di beberapa lokasi. Enam kabupaten yang paling terdampak adalah Tabalong, Balangan, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Laut. Bencana ini menjadi salah satu bencana hidrometeorologi terbesar yang terjadi di Kalimantan pada akhir tahun 2025.

Di Kabupaten Balangan, yang merupakan salah satu wilayah terparah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa minimal 1.466 rumah terendam dan 1.615 kepala keluarga terdampak secara langsung. Warga yang terdampak dievakuasi secara massif ke posko-posko pengungsian yang telah disiapkan. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menjelaskan bahwa respons cepat terhadap bencana ini merupakan hasil dari kesiapsiagaan dini yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah sejak bulan November sebelum bencana terjadi.

Source link