Basarnas Perpanjang Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

by -60 Views

Nasib operasi pencarian delapan orang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda akan ditentukan setelah pelaksanaan hari ketujuh, Senin, 14 September 2026. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) membuka dua kemungkinan, yakni memperpanjang operasi SAR atau mengalihkannya ke status siaga.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten Rizky Dwianto mengatakan, seluruh hasil pencarian pada hari ketujuh akan dihimpun sebagai bahan evaluasi. Temuan di lapangan menjadi dasar untuk menentukan langkah berikutnya.

“Untuk perpanjangan ataupun kita hentikan nanti kita lihat dari hasil pelaksanaan hari ketujuh ini sehingga nanti jadi bahan evaluasi kita, apakah operasi akan kita hentikan ataupun diperpanjang,” kata Rizky di Pandeglang, Banten, Senin.

Indikasi baru menjadi dasar perpanjangan

Ahli Muda Bidang Kecelakaan Pelayaran dan Penerbangan Basarnas Rangga Aribowo menjelaskan, keputusan memperpanjang operasi tidak hanya bergantung pada belum ditemukannya korban. Tim juga akan menilai ada atau tidaknya petunjuk baru yang memungkinkan pencarian dilanjutkan.

Petunjuk tersebut dapat berupa tanda-tanda keberadaan korban, penemuan barang milik mereka, ataupun laporan saksi mengenai sebaran material yang diduga berkaitan dengan kecelakaan. Informasi semacam itu akan dipertimbangkan dalam evaluasi operasi SAR.

Apabila pencarian hari ketujuh tidak menghasilkan indikasi baru, Basarnas dapat menyatakan operasi SAR selesai. Namun, penghentian operasi tidak berarti upaya menemukan delapan orang tersebut sepenuhnya berakhir.

Menurut Rangga, status pencarian dapat diubah menjadi kesiapsiagaan. Dengan mekanisme itu, operasi SAR bisa kembali digelar jika masyarakat menyampaikan laporan baru atau ditemukan tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.

“Kalaupun seandainya operasi SAR ditutup, berganti mode kesiapsiagaan. Bilamana ditemukan tanda-tanda adanya laporan keberadaan korban, operasi SAR diadakan kembali,” ujarnya.

Gubernur Banten meminta pencarian dimaksimalkan

Sebelum evaluasi Basarnas dilakukan, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan harapannya agar pencarian diperpanjang apabila delapan warga tersebut belum ditemukan hingga hari ketujuh. Ia meminta seluruh kesempatan yang tersedia digunakan untuk memaksimalkan operasi di perairan Selat Sunda.

“Harapan saya adalah untuk memaksimalkan pencarian dan memperpanjang waktu pencarian,” kata Andra Soni.

Delapan orang yang masih dicari berangkat dari Dermaga Pegedongan di Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026. Mereka menggunakan kapal cepat dengan tujuan kawasan Gunung Anak Krakatau. Keberangkatan tercatat sekitar pukul 14.00 WIB sebelum rombongan tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak.

Dari delapan orang dalam rombongan, lima di antaranya merupakan jurnalis. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta jurnalis lepas Donal Husni.

Keputusan mengenai kelanjutan operasi akan diambil setelah Basarnas menelaah hasil pencarian hari ketujuh, termasuk setiap temuan, laporan saksi, dan indikasi lain yang mungkin berkaitan dengan keberadaan rombongan tersebut.

Source link