Bambang Setiawan Meninggal Dunia, Rencana Buka Usaha Teh Solo Gagal Terwujud
Pada malam 27 Agustus 2026, jakarta Pusat diselimuti kerusuhan aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan yang menelan korban jiwa, termasuk Bambang Setiawan (60) yang tengah menyiapkan usaha baru untuk menambah penghasilan keluarga sebelum tragedi tersebut terjadi.
Rencana Usaha Baru Bambang
Bambang berencana membuka usaha minuman dingin Teh Solo, namun gagal terwujud setelah menjadi salah satu korban dalam kerusuhan. Persiapan usahanya sudah cukup serius, dengan sejumlah perlengkapan yang telah dibelinya.
Informasi dari Keluarga
Menurut anak Bambang, Wisnu (35), rencana tersebut pertama kali diketahui dari ibunya, Sudarsi (56). Bambang, yang sedang mengalami kendala dengan telepon selulernya yang rusak, berusaha mencari alternatif sumber penghasilan dengan merintis usaha minuman di depan toko cerminnya.
Wisnu menyatakan bahwa Bambang telah mempersiapkan usaha tersebut dengan serius dan usaha toko kaca miliknya telah mengalami masa sulit dalam tiga bulan terakhir, hingga memutuskan untuk mencoba berjualan minuman dingin sebagai solusi alternatif.
Usaha minuman dinilai memiliki peluang karena menyasar kebutuhan sehari-hari masyarakat dan telah melibatkan diskusi dengan Wisnu yang memiliki pengalaman bekerja di bidang minuman.




