Andy Utama Tegaskan Konservasi Tidak Boleh Berhenti pada Satu Generasi

by -137 Views

Merawat Keberlanjutan Alam Megamendung: Pentingnya Estafet Kepemimpinan

Melestarikan kawasan Megamendung merupakan visi jangka panjang yang membutuhkan kerja keras berkelanjutan melewati masa hidup generasi yang memulainya. Upaya konservasi alam bukanlah pekerjaan satu-dua dekade; ia menuntut kesabaran dan konsistensi lintas generasi.

Andy Utama, pendiri Paseban Foundation, menyadari kenyataan tersebut sejak awal. Dalam acara tahunan Paseban Foundation yang digelar bersamaan dengan Hari Konservasi Alam Nasional serta perayaan dua tahun berdirinya lembaga itu, ia menegaskan pentingnya mempersiapkan penggerak yang akan meneruskan tongkat estafet konservasi alam.

“Setiap orang, cepat atau lambat, akan meninggalkan panggung. Maka kerja konservasi ini tidak boleh berhenti bersama generasi saat ini. Diperlukan ketahanan dan proses pewarisan nilai kepada penerus,” ujar Andy. Ia menggarisbawahi tantangan utama dalam konservasi: waktu pemulihan ekosistem sangat panjang sementara kepemimpinan dan program sering berjalan dalam siklus yang jauh lebih singkat.

Jika tidak ada usaha revitalisasi kepemimpinan, kegiatan konservasi yang telah dimulai bisa terancam vakum ketika para penggagasnya mundur. Merespon situasi tersebut, Andy membentuk Paseban Foundation guna menyediakan landasan kelembagaan agar visi mengembalikan lebih dari sekadar ekosistem tetap hidup dari waktu ke waktu.

Melalui Megamendung Century Initiative, yayasan ini menargetkan pemulihan Bentang Alam Megamendung hingga mendekati keadaan aslinya satu hingga dua abad silam. Dimensi waktu selama itu meniscayakan regenerasi berkelanjutan, karena tanggung jawab konservasi harus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, bukan selesai dalam satu masa kerja saja.

Langkah awal regenerasi mulai tampak lewat keterlibatan Fifi, anak Andy, yang sudah aktif dalam berbagai program yayasan. Namun, Andy menekankan bahwa regenerasi bukan hanya sekadar pewarisan keluarga atau pergantian jabatan semata. Proses ini menuntut transfer pengetahuan, pengalaman praktis, keterampilan mengelola jaringan kerja, serta tanggung jawab dan visi dalam mengambil keputusan penting.

Generasi penerus perlu memperkaya pemahaman tidak hanya mengenai tujuan utama konservasi, tetapi juga dinamika sosial, ekonomi, dan aspek kelembagaan yang melekat pada pekerjaan ini.

Pentingnya Peran serta Kaum Muda dan Transfer Pengetahuan

Dukungan bagi peran generasi muda juga datang dari Kementerian Kehutanan melalui Indra Exploitasia. Ia menyampaikan bahwa generasi muda harus diberikan peluang belajar dan berperan aktif di bidang konservasi sebelum para senior pensiun. Jangan sampai terjadi kekosongan ketika masa tugas senior selesai tanpa keterlibatan regenerasi.

Proses pewarisan ini harus dirangkaikan secara sistematis melalui keterlibatan dalam aktivitas lapangan serta pengelolaan organisasi. Jika hal ini hanya terjadi secara tiba-tiba saat terjadi pergantian, maka kesinambungan upaya pelestarian akan terancam.

Paseban Foundation telah mencoba memadukan kerja lapangan dan aktivitas edukasi, riset, dokumentasi pengetahuan, serta penguatan komunikasi publik. Dengan model semacam ini, generasi baru mendapat ruang belajar sambil memberikan kontribusi nyata kepada lingkungan.

Merangkul Komunitas Lewat Dokumentasi dan Kegiatan Ekonomi

Dalam rangka dua tahun berdiri, yayasan meluncurkan dua buku: “Lens Chronicle 1: Biodiversity of Paseban” dan “Kepemimpinan Bentang Alam”. Tak hanya itu, film dokumenter “The Silent Resilience” juga diputar perdana untuk memperlihatkan perjalanan menjaga Megamendung bagian Cagar Biosfer Cibodas. Melalui dokumentasi visual maupun tertulis, wawasan dan pengalaman yang biasanya terbatas pada para pelaku lapangan, kini dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

Andy menekankan pentingnya membangun kesinambungan finansial dan sosial dalam konservasi. Kegiatan ekonomi berbasis lingkungan, seperti pertanian organik yang telah tersertifikasi selama 13 tahun tanpa pelanggaran, menjadi salah satu fondasi menunjang pendanaan pelestarian. Pendekatan ini menunjukkan upaya berkelanjutan tidak hanya bergantung pada perubahan kepemimpinan, tetapi juga kecakapan membangun ekosistem ekonomi, menjaga standar, serta mempererat partisipasi masyarakat tanpa merusak keseimbangan ekologis.

Optimalkan Teknologi dan Kolaborasi

Penggunaan teknologi juga dinilai krusial dalam perluasan dampak konservasi. Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, menegaskan bahwa narasi dan data hasil riset serta pengalaman lapangan perlu disebarluaskan ke publik agar tak sebatas konsumsi internal. Teknologi menjadi alat memperkuat komunikasi sekaligus memperluas partisipasi, meski tetap harus memperhitungkan dampak lingkungannya.

Momentum annual dinner Paseban Foundation yang dihadiri beragam pemangku kepentingan ini menunjukkan pentingnya menjalin jejaring lintas sektor. Namun, Andy menilai, kesinambungan kolaborasi bukan hanya diukur dari kehadiran sesaat, melainkan keteguhan dalam berbagi peran dan mendukung satu visi saat pergantian kepemimpinan terjadi.

Yayasan ini diharapkan menjadi wadah bersama, bukan satu-satunya pusat konservasi Megamendung. Ia diorientasikan untuk memadukan energi berbagai kelompok dan memastikan lahirnya penerus yang siap meneruskan perjuangan.

Mewariskan bukan hanya alam yang pulih, melainkan pula pengetahuan, tatakelola, serta semangat lintas generasi. Dengan memastikan alih kepemimpinan berjalan mulus, Megamendung Century Initiative bisa benar-benar tumbuh, meski generasi yang memetakan jalannya tak selalu mendampingi hingga tujuan akhir tercapai.

Sumber: Paseban Foundation Siapkan Regenerasi Konservasi Megamendung Lintas Generasi
Sumber: Paseban Foundation Siapkan Konservasi Megamendung Lintas Generasi