Pada hari Selasa, 24 Maret 2026, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan penundaan selama lima hari atas serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran. Keputusan ini diambil setelah Trump menyatakan bahwa telah terjadi pembicaraan yang positif antara AS dan Iran selama dua hari terakhir. Trump menggambarkan percakapan tersebut sebagai “sangat baik dan produktif” melalui platform media sosialnya, Truth Social.
Dalam pesannya, Trump menegaskan bahwa percakapan mendalam dan konstruktif tersebut akan terus berlanjut selama minggu ini. Sebagai tindak lanjut atas kerjasama yang positif ini, Trump memerintahkan penundaan selama lima hari terhadap segala bentuk serangan militer terhadap Iran. Keputusan untuk melanjutkan penundaan tersebut akan tergantung pada keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran.
Penundaan serangan ini datang di tengah eskalasi konflik regional antara AS dan Iran sejak serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Konflik tersebut telah menelan korban jiwa dan merusak infrastruktur, serta mengganggu stabilitas pasar global dan penerbangan. Dengan adanya pembicaraan positif dan penundaan serangan militer ini, diharapkan adanya perbaikan hubungan antara AS dan Iran untuk mencapai solusi damai atas konflik di Timur Tengah.





