Al-Attiyah meraih titel keenamnya di Dakar pada tahun 2026, mendekati rekor keseluruhan yang dipegang oleh Stephane Peterhansel. Dalam kompetisi Dakar yang sengit, 10 pembalap dari lima pabrikan berbeda meraih kemenangan etape individu. Al-Attiyah menunjukkan performa fluktuatifnya sepanjang reli ini, tetapi berhasil memenangkan dua etape penting dan menghindari nasib buruk yang menimpa pesaing terdekatnya. Pekan pertama reli melihat Ford sebagai pesaing serius dengan performa yang berfluktuasi, sementara Toyota juga mengalami ketidakstabilan. Perjuangan untuk gelar juara umum tetap terbuka hingga pekan kedua, di mana Al-Attiyah mulai muncul sebagai favorit yang jelas. Secara efektif, ia memenangkan reli dengan selisih waktu yang signifikan.
Di klasemen akhir, Al-Attiyah menempati posisi pertama, diikuti oleh Roma dan Ekstrom. Loeb harus puas dengan posisi keempat setelah prestasi yang cukup konsisten. Sainz Sr, yang mengalami kesulitan awal, berhasil finis di posisi kelima. Serradori dari Century menunjukkan penampilan yang kuat dengan meraih kemenangan etape. Pembalap Toyota, Price, menempati posisi kedelapan, mengungguli rekan setimnya Quintero. Toyota sendiri, sebagai pabrikan, menunjukkan potensi yang tinggi meskipun mengalami beberapa kendala teknis. X-raid Mini, yang memulai reli dengan sukses, tidak tampak di 20 besar klasemen keseluruhan. Hal ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan dalam Dakar 2026.
Al-Attiyah Dominan: Juara Keenam Dakar





