Angin kencang dengan kecepatan lebih dari 50 km/jam diprediksi akan mempengaruhi balapan pada hari Minggu (18/10/2025), mendorong beberapa pembalap seperti Francesco Bagnaia dari Ducati untuk menyarankan penjadwalan ulang balapan ke hari sebelumnya. Referensi dari Grand Prix di Phillip Island 2023 menunjukkan bahwa penyesuaian jadwal dapat menjadi pendekatan yang tepat. Meskipun demikian, Pedro Acosta mengungkapkan perlunya membedakan situasi dengan MotoGP Australia 2023, di mana pembalap harus berhadapan dengan hujan dan angin kencang.
Acosta sendiri telah merasakan balapan di Moto2 saat cuaca buruk, di mana banyak pembalap terjatuh dan balapan dihentikan karena kondisi tidak menguntungkan. Meski demikian, ia menegaskan pentingnya melihat kondisi cuaca secara terpisah, khususnya jika ancaman hanya dari angin kencang. Dalam latihan Jumat, Acosta berhasil lolos ke Q2 dengan pencapaian waktu terbaiknya, meskipun mengalami sedikit kecelakaan. Rekan setimnya, Pol Espargaro, bahkan mampu menjadi pembalap tercepat KTM di sesi latihan tersebut.
Meskipun Acosta merasa puas dengan hasil latihan pertama di Phillip Island, ia yakin masih bisa mencapai posisi yang lebih baik. Dia menyadari kesalahan yang dilakukannya dan berharap bisa memperbaiki performa motor untuk balapan selanjutnya. Artinya, Acosta optimis bisa bersaing di papan atas. Kesimpulannya, penundaan balapan ke hari Minggu mungkin menjadi pilihan yang lebih aman jika hanyalah angin kencang yang menjadi kendala utama, namun perlu dilakukan evaluasi yang cermat untuk memastikan keamanan dan kelancaran acara tersebut.





