Brimob Turunkan Armored Water Cannon untuk Bersihkan Jalan dari Abu Vulkanik
Pada Senin, 7 September 2026, sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau memicu tindakan responsif dari aparat kepolisian di sejumlah wilayah. Satuan Brimob Polda Metro Jaya memberikan langkah antisipasi dengan mengerahkan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC) untuk membersihkan sejumlah ruas jalan di Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Kabupaten Bekasi.
Penyemprotan Menyeluruh di Berbagai Lokasi
Penyemprotan dilakukan oleh personel Batalyon A, B, C, dan D Pelopor pada Minggu, 6 September 2026. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah abu vulkanik menyebar di jalan akibat aktivitas kendaraan. Setiap kendaraan AWC yang digunakan memiliki kapasitas hingga 6.000 liter air.
Di berbagai titik di kota, proses penyemprotan dilakukan secara menyeluruh. Jakarta Pusat, misalnya, menjadi sasaran utama penyemprotan di kawasan Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah hingga Bundaran HI. Sedangkan Batalyon B fokus pada jalur Cipinang-Rawangmangun hingga Pulogadung. Batalyon C dan D juga turut serta dalam membersihkan ruas jalan di Tangerang Selatan dan Kabupaten Bekasi.
Penanganan Cepat dan Edukasi Masyarakat
Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menegaskan bahwa langkah-langkah penanganan tersebut dilakukan secara cepat untuk mengurangi dampak sebaran abu vulkanik. Selain penyemprotan, personel Brimob juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar selalu menggunakan masker, menjaga kesehatan, dan mengikuti arahan pemerintah. Imbauan disampaikan melalui pengeras suara serta sosialisasi langsung kepada warga.
Sebagai langkah preventif, pengendara dihimbau untuk mengurangi kecepatan ketika melintasi ruas jalan yang terdampak abu vulkanik. Brimob Polda Metro Jaya terus memantau situasi di sekitar Gunung Anak Krakatau dan akan terus melakukan langkah penanganan demi keamanan masyarakat.
Menteri Kesehatan Sampaikan Imbauan Terkait Dampak Abu Vulkanik
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat terkait dampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Beliau menggarisbawahi pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan langkah pencegahan yang tepat.



