Surat undangan rapat persiapan pernikahan anak Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto yang sempat viral di media sosial kembali menjadi sorotan di tengah bencana yang melanda beberapa wilayah Indonesia, terutama di Aceh dan Sumatera. Isi surat tersebut berupa ajakan rapat untuk membahas pernikahan putri Kepala BNPB.
Umar Hasibuan, seorang Kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), memberikan tanggapannya terkait hal ini. Ia mempertanyakan sikap Presiden Prabowo Subianto dalam mempertahankan pejabat yang diduga menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Hal ini menuai kritik dari Gus Umar di media sosial.
Polemik ini semakin memanas dengan dianggapnya sikap Kepala BNPB yang dianggap tak sensitif terhadap korban bencana di Sumatera dan Aceh. Banyak pihak yang mendesak agar bencana tersebut ditetapkan sebagai bencana nasional. Meskipun BNPB menjelaskan bahwa kondisi bencana hanya terlihat mencekam di media sosial.
Rustian, Sekretaris Utama BNPB, menjelaskan bahwa surat undangan tersebut ditujukan untuk panitia yang telah dibentuk, baik dari internal BNPB maupun dari sebagian angkatan beliau. Polemik seputar dugaan penyalahgunaan fasilitas negara ini terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat.





