Banjir Hebat, Isu Kerusakan Ekosistem Mencuat Lagi

by -36 Views

Fenomena banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat beberapa hari terakhir tidak hanya menimbulkan banyak korban jiwa, tetapi juga memutus akses jalan serta jaringan komunikasi di sejumlah titik. Pemerintah Aceh segera merespons dengan menetapkan status darurat bencana selama dua minggu, mulai tanggal 28 November sampai 11 Desember 2025.

Namun, di dunia maya suasana berduka ini berubah menjadi perdebatan panas. Banyak netizen yang mulai mengaitkan bencana alam ini dengan kebijakan para tokoh pejabat, khususnya Zulkifli Hasan yang kini menjabat Menteri Koordinator Bidang Pangan. Melalui berbagai platform media sosial, sejumlah unggahan menyudutkan Zulhas atas praktik perizinan terkait pengelolaan hutan yang pernah ia lakukan saat menjadi Menteri Kehutanan.

Salah satu suara keras berasal dari akun Balqis Humaira di Instagram, yang dengan tegas menyebut nama Zulkifli Hasan secara langsung dalam kritiknya. Ia menuding bahwa banjir dan longsor yang memporak-porandakan rumah dan kampung warga merupakan akibat utama serangkaian izin dan regulasi yang disahkan oleh pejabat publik di masa lalu. Unggahan ini menyoroti bagaimana keputusan administratif bisa berdampak panjang pada lingkungan, khususnya hutan di Sumatera.

Tuduhan ini mempertegas kembali peran Zulkifli Hasan pada masa lalu. Isu deforestasi dan kontroversi atas alih fungsi lahan, khususnya di Taman Nasional Tesso Nilo di Riau, sering dikaitkan dengan kebijakan saat Zulhas menduduki kursi Menteri Kehutanan pada periode 2009–2014. Kawasan yang dahulu hutan lebat berhektar-hektar kini disebut sebagian kalangan telah berubah menjadi kebun sawit ilegal secara masif.

Dalam postingan yang sama, Balqis mengungkapkan fakta tentang masa lalu Tesso Nilo yang dulunya punya luas hutan sekitar 83 ribu hektare, namun menurutnya kini yang tersisa hanya kenangan. Perambahan hutan untuk perkebunan sawit disebutnya telah terjadi dari berbagai arah. Hilangnya fungsi hutan sebagai pelindung ekosistem disebut-sebut menjadi salah satu penyebab utama banjir dan longsor yang semakin sering menghantam kawasan tersebut.

Selain itu, publik juga kembali membagikan potongan video dokumenter tahun 2013 yang menampilkan Harrison Ford, aktor terkenal dari Hollywood, saat mewawancarai Zulhas. Momen tersebut kembali viral karena Ford mempertanyakan kemampuan pemerintah Indonesia mengatasi penebangan hutan liar, khususnya di Tesso Nilo. Cuplikan video tersebut semakin menguatkan tudingan warganet terhadap kebijakan yang dinilai lalai dalam menjaga lingkungan.

Akun lain seperti @voxnetizens ramai-ramai menuliskan bahwa bencana banjir dan longsor yang sekarang melanda Sumatera bukan sekadar akibat gejala alam. Menurut mereka, kebijakan yang diambil manusia, terutama dalam hal legalisasi pembukaan kawasan hutan untuk perusahaan sawit, turut memperparah kerusakan lingkungan dan memperbesar risiko bencana. Bagi mereka, tanggung jawab utama bukan hanya pada alam, tetapi juga kepada para pembuat keputusan.

Sumber: Zulkifli Hasan Disorot Soal Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Teguran Harrison Ford Soal Kerusakan Hutan
Sumber: Zulkifli Hasan Dituding Jadi Penyebab Banjir Sumatera, Warganet Ungkit Momen Zulhas Diomeli Harrison Ford Soal Rusaknya Hutan