Interlagos menjadi saksi akhir pekan yang menantang bagi Carlos Sainz. Meski harus absen di konferensi pers Kamis karena virus, mengalami berbagai kesulitan dengan mobil Williams, dan tertatih-tatih karena pit-stop yang lambat, tantangan terbesar datang dari Lewis Hamilton yang membuatnya kesulitan di lap pertama. Meskipun finis di posisi ke-13, Sainz berusaha untuk tetap fokus ke depan, dengan harapan mobilnya akan kembali kompetitif di Las Vegas.
Kendati mengalami insiden dengan Hamilton yang tidak terlalu mencolok di layar televisi, Sainz merasa kesulitan menjaga performa mobilnya setelah bersenggolan. Dengan ketidakberuntungan pit stop yang membuatnya semakin tertinggal, Sainz tetap berusaha mengejar poin, meski hasilnya masih tidak memuaskan. Namun, ia bersikap sportif dalam menerima kekalahan.
Penyesalan tentang kegagalan di Brasil membuat Sainz dan tim Williams menganalisis masalah yang mereka hadapi. Kendala dengan sirkuit yang teknis di Interlagos membuat mereka menyadari kelemahan mobil mereka. Meski demikian, Sainz merasa lega bahwa kondisinya yang sempat terganggu kembali pulih.
Dengan pandangan yang sudah tertuju ke Las Vegas, Sainz optimis untuk memperbaiki penampilan tim di masa mendatang. Meskipun kecewa dengan hasil di Interlagos, ia yakin bahwa performa Williams akan kembali membaik di sirkuit yang seharusnya lebih cocok dengan mobil mereka. Dengan semangat yang tak luntur, Sainz berharap dapat mengakhiri musim dengan lebih baik setelah kekecewaan di Brasil.





