Seorang guru di SMPN 1 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, bernama Andrimar, mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap program Makan Bergisi Gratis (MBG). Menurutnya, program tersebut membuat para guru berperan sebagai penyedia makanan di sekolah, membuat mereka merasa seperti budak. Andrimar bahkan membuat surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Prabowo Subianto dan membagikannya di akun Instagram @moodkalbar.
Dalam surat terbuka tersebut, Andrimar menyalurkan kegelisahannya terkait program MBG yang dia anggap memberatkan para guru. Dia mengkritik ketentuan dimana sekolah harus mengganti rantang yang rusak jika terjadi kerusakan pada rantang MBG. Menurut Andrimar, dana yang digunakan untuk program MBG seharusnya dapat dialokasikan untuk meningkatkan profesionalitas dan kesejahteraan guru, bukan hanya untuk menyediakan makanan.
Andrimar juga menyampaikan kekecewaannya terhadap fakta bahwa dari 290.000 tenaga kerja yang direkrut untuk program MBG, para guru justru menjadi seperti budak yang terikat dengan perusahaan penyedia makanan program tersebut. Hal ini membuatnya semakin yakin bahwa program MBG tidak memberikan manfaat yang optimal bagi guru dan pendidikan.





