Presiden Prabowo Subianto ingin agar Hari Anak Nasional di Indonesia lebih dari sekadar perayaan tahunan. Menurut Dedek Prayudi, Ahli Senior di Kantor Komunikasi Presiden (PCO), pemerintah telah meluncurkan tiga program unggulan yang secara langsung menargetkan kesejahteraan anak-anak: Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Revitalisasi Sekolah. Program MBG yang dikenal sebagai Uki, tidak hanya tentang membuat anak-anak kenyang – itu memastikan mereka mendapatkan nutrisi harian yang cukup. Seiring dengan MBG, pemerintah meluncurkan Cek Kesehatan Gratis untuk siswa. Program ini meliputi pemeriksaan tinggi badan, berat badan, penglihatan, pendengaran, tuberkulosis, dan kesehatan mental. Selain itu, inisiatif ketiga yang menargetkan anak-anak adalah Program Revitalisasi Sekolah, yang akan merenovasi 11.440 sekolah mulai awal 2025. Presiden Prabowo telah mengalokasikan sekitar Rp 20 triliun dalam anggaran nasinal 2025 untuk mendanai program ini. Menurut Uki, langkah ini menanggapi kebutuhan mendesak untuk mengatasi jumlah sekolah rusak yang mengkhawatirkan di seluruh negeri. Data terkini menunjukkan ada sekitar 119.700 sekolah di seluruh negeri yang mengalami kerusakan struktural sedang hingga parah, termasuk 19.925 yang tergolong parah dan 99.800 dengan kerusakan sedang. Uki menekankan bahwa kondisi seperti itu sangat sulit bagi perempuan, banyak di antaranya terpaksa menahan kencing selama berjam-jam selama jam sekolah karena kurangnya fasilitas yang memadai. Ini bukan hanya masalah keselamatan – ini masalah martabat dan kesehatan. Bangunan sekolah bukan hanya tempat untuk duduk dan belajar; itu harus menyediakan lingkungan yang aman dan higienis.
Empowering Children: Nutrition, Health, and Safe Schools in the State

