Makanan untuk Cegah Dehidrasi di Musim Panas
Musim panas selalu identik dengan suhu tinggi yang membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan. Ini dapat meningkatkan risiko dehidrasi yang ditandai dengan berbagai gejala tidak nyaman. Meskipun penting untuk minum air putih, mengonsumsi makanan kaya air juga dapat membantu menjaga hidrasi tubuh.
Kebutuhan Cairan Harian
Menurut Academy of Nutrition and Dietetics, orang dewasa membutuhkan sekitar 3,7 liter atau 15,5 gelas air per hari untuk pria, dan sekitar 2,7 liter atau 11,5 gelas air per hari untuk wanita. Kebutuhan ini dapat meningkat saat berada di lingkungan panas atau berolahraga.
10 Makanan Tinggi Kandungan Air
- Mentimun: Kandungan air lebih dari 96%, mengandung vitamin K, kalium, dan antioksidan.
- Seledri: Kandungan air sekitar 95%, mengandung elektrolit alami dan serat.
- Selada: Kandungan air hingga 96%, kaya folat dan vitamin K.
- Tomat: Kandungan air sekitar 95%, kaya likopen, vitamin C, dan kalium.
- Jeruk: Mengandung 86–88% air, kaya vitamin C, kalium, dan antioksidan.
- Semangka: Kandungan air sekitar 92%, kaya vitamin dan citrulline.
- Kembang Kol: Tidak berair tetapi 92% air, mengandung vitamin C dan serat.
- Paprika: Kandungan air lebih dari 92%, kaya antioksidan dan vitamin C.
- Beri-berian: Mengandung 85–90% air, kaya serat dan antioksidan.
- Buttermilk: Minuman rehidrasi dengan elektrolit alami dan probiotik.
Makanan Dibatasi Saat Cuaca Panas
Beberapa makanan sebaiknya dibatasi saat cuaca panas, seperti gorengan, makanan pedas, minuman berkafein, minuman manis, dan daging berat. Kombinasi pola makan sehat dan asupan cairan yang cukup menjadi kunci untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi di musim panas.
