10 Larangan saat Imlek: Batasan yang Harus Dihindari agar Terhindar dari Sial

by -44 Views

Perayaan Tahun Baru China atau Imlek identik dengan makan bersama keluarga, berbagi angpao, doa, dan harapan baik untuk tahun yang baru. Selain tradisi tersebut, ada sejumlah pantangan yang masih dipercaya sebagian masyarakat hingga kini. Larangan-larangan ini umumnya berkaitan dengan simbol keberuntungan dan rezeki. Meski tidak semua orang lagi mematuhinya secara ketat, banyak keluarga tetap menjaganya sebagai bagian dari tradisi. Berikut adalah 10 hal yang sebaiknya tidak dilakukan saat Imlek:

1. Menyapu dan membuang sampah: Pada hari pertama Imlek, menyapu atau membuang sampah dipercaya bisa mengeluarkan keberuntungan dari rumah. Oleh karena itu, tradisi bersih-bersih besar biasanya dilakukan sebelum malam tahun baru.

2. Memotong rambut: Memotong rambut saat Imlek dipercaya dapat memotong rezeki dan keberuntungan. Banyak orang sengaja memotong rambut beberapa hari sebelum perayaan dimulai.

3. Membunuh hewan: Hari-hari awal Imlek dihindari untuk kegiatan yang berkaitan dengan darah, termasuk menyembelih hewan. Ini dianggap membawa energi negatif.

4. Memberikan hadiah tertentu: Jam, payung, sepatu, lilin, dan cermin sering dihindari karena diasosiasikan dengan perpisahan, kesialan, atau duka. Hadiah makanan manis atau buah lebih dianjurkan.

5. Mengucapkan kata-kata negatif: Ucapan saat Imlek diharapkan membawa doa baik. Kata-kata negatif sebaiknya dihindari.

6. Tidur terlalu awal di malam Tahun Baru: Ada tradisi untuk tetap terjaga hingga tengah malam sebagai simbol menyambut tahun baru dengan penuh harapan.

7. Memiliki utang atau meminjam uang: Banyak orang berusaha melunasi utang sebelum pergantian tahun. Meminjam uang saat perayaan dipercaya bisa membawa kesulitan keuangan.

8. Memecahkan barang pecah belah: Memecahkan gelas atau piring dianggap melambangkan pecahnya rezeki atau keberuntungan.

9. Makan bubur di hari pertama: Bubur dianggap pertanda kurang baik karena identik dengan makanan saat masa sulit.

10. Keluar rumah pada hari keempat: Hari keempat dianggap waktu untuk berdoa dan berkumpul di rumah, bepergian jauh biasanya dihindari.

Meski bersifat kepercayaan turun-temurun, pantangan ini menjadi bagian dari budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi yang merayakan, mengikuti tradisi tersebut dianggap sebagai cara menjaga harapan akan keberuntungan dan kelancaran di tahun yang baru.

Source link